Jumat, 22 April 2011

Kisah Sunan Kalijaga

Mungkin anda sering mendengar lagu ''Gundul-Gundul Pacul'' atau ''Iler-Iler'' (ini ada yg menduga karya Sunan Bonang)yg dulu sering dinyanyikan oleh anak'' dlm suatu acara daerah di Tv.lagu itu merupakan salah satu warisan nerharga dari Sunan Kalijaga.menurut Babat Tanah Jawi,Sunan Kalijaga adlh anak Wilwatikta,Adipati Tuban.

Nama asalnya,Raden Said,atau Raden Sahid.menurut sejarah,sunan kalijaga juga di sebut Lokajaya,Syeikh Malaya,Raden Abdurrahman dan Pangeran Tuban.

Gelaran ''Kalijaga'' sendiri ada beberapa tafsir.ada yg menyatakan asalnya dari jaga dan kali maksudnya ''Penjaga Sungai''.
Versi ini didasarkan pd penantian lokajaya akan kedatangan Sunan Bonang selama 3 th,ditepi sungai.
Ada jg yg menulis kta itu berasal dari nama sebuah kampung dicirebon,tempat sunan kalijaga pernah berdakwah.
Kelahiran sunan kalijaga pun menyimpan misteri.ia dikatakan lahir pada 1430-an.dikira dari tahun pernikahan sunan kalijaga dengan puteri Sunan Ampel.ketika itu sunan kalijaga diperkirakan umur 20-an tahun.
Sunan Ampel yg diyakini lahir pd 1410,ketika mengawinkan puterinya dgn sunan kalijaga,berusia 50-an tahun.
Sunan kalijaga dilukiskan hidup dlm beberapa era pemerintahan,yakni masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478),kesultanan Demak (1481-1546)kesultanan Cirebon,kerajaan Pajang (1546-1568)dan awal pemerintahan Mataram (1580an)di bawah pemimpin Panembahan Senopati.
Tidak lama setelah itu,sunan kalijaga meninggal dunia usia yg agak panjang,dikatakan sekitar usianya 150an tahun.ia dimakamkan dikampung Kadilangu,dekat kota Demak (Bintara) makam ini hingga sekarang masih ramai di Ziarahi orang baik,dari dalam atau luar negeri.

Selama hidupnya,sunan kalijaga dikenal dgn pendekatan dakwah budayanya.ia sangat toleran pd seni dan budaya,tempatan.ia berpendapat bahawa masyarakat akan menjauh jika diserang pendirianya.maka mereka harus didekati secara bertahap,mengikuti sambil mempengaruhi.
Sunan kalijaga berkeyakinan bahwa JIKA ISLAM SUDAH DIFAHAMI,dgn sendirinya kebiasaan lama hilang.tidak menghairankan ajaran sunan kalijaga terkesan dlm mengenalkan Islam.ia menggunakan seni ukir,wayang,gamelan,serta seni suara suluk sebagai sarana atau cara dakwah.
Teryata dakwah seperti ini terbukti efektif.sebagian besar ADIPATI (KETUA DAERAH) di jawa memeluk Islam melalui sunan kalijaga,di antaranya adalah Adipati Pandaran,Kartasura,Kebumen,Banyumas dan Pajang.
Sejarah mencatat sunan kalijaga sebagai penggubah beberapa syair,diantaranya DANDANG GULA SEMARANGAN-paduan irama atau melodi Arab dan Jawa.

Peninggalan susnan kalijaga lainya adaalah Gamelan,yang diberi nama Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu.gamelan itu kini disimpan di Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta,seiring dgn berpindahnya kekuasaan Islam ke Mataram.pasangan gamelan itu kini dikenal sebagai gamelan Sekatan.
Karya sunan kalijaga yg juga menonjol adalah WAYANG KULIT.ahli sejarah mencatat,wayang yg digemari masyarakat sebelum kehadiran sunan kalijaga adalah 'wayang beber' wayang jenis ini berupa kertas yg bergambar kisah pewayangan sunan kalijaga diyakini sebagai penggubah wayang kulit.
Tiap tokoh wayang dibuat gambarnya dan diabadikan di atas kulit lembu.bentuknya berkembang dan disempurnakan pada era kejayaan Kerajaan Demak,1480an.cerita dari mulut ke mulut menyebutkan bahawa sunan kalijaga juga mahir sebagai 'dalang' wayang kulit.di wilayah Pajajaran,sunan kalijaga lebih dikenal sebagai Ki Dalang Sida Brangti
Bila sedang mendalang di kawasan Tegal,sunan kalijaga berganti nama menjadi Ki Dalang Bengkok.ketika mendalang itulah sunan kalijaga menyisipkan dakwahnya.lakon yang dimainkan tak lagi bersumbar dari kisah Ramayana dan Mahabarata.sunan kalijaga mengangkat kisah kisah karangan.beberapa di antara yg terkenal adalah lakon Dewa Ruci,Jimat Kalimasada,Petruk dadi Ratu. Dewa ruci di tafsirkan sebagai kisah Nabi Khidir.sedangkan Jimat Kalimasada tak lain perlambang dari Kalimat Syahadat.bahkan kebiasaan mengadakan majlis kenduri pun jadi sarana syiarnya
Sunan kalijaga mengganti puji-puji dalam persembahan itu dengan do'a-do'a dan bacaan dari kitab suci AL-QURAN.
Diawal syiarnya,sunan kalijaga selalu mengembara ke pelosok kampung kampung.menurut profesor Husein Jayadiningrat,sunan kalijaga berdakwah hingga ke Palembang,Sumatra Selatan.setelah di baiah sebagai murid Sunan Bonang
Dipalembang,ia sempat berguru pada syeikh Sutabaris.cuma,keberadaan sunan kalijaga di bumi Sriwijaya itu tidak meninggalkan catatan tertulis.hanya di sebut dalam Babad Cerbon,sunan kalijaga tiba dikawasan Cirebon setelah berdakwah dari Palembang.konon,sunan kalijaga ingin menyusul sunan bonang yang pergi ke MAKKAH

Tapi oleh Syekh Maulana Magribi,sunan kalijaga diperintahkan balik ke Jawa. Babad cerbon menulis,sunan kalijaga menetap beberapa tahun di cirebon.khususnya di kampung Kalijaga sekitar 2.5 kilometer arah selatan kota.
Pada awal kedatanganya,sunan kalijaga dikatakan menyamar dan bekerja sebagai Pembersih Masjid Keraton Kasepuhan.
Disinilah sunan kalijaga bertemu dengan Sunan Gunung Jati.kisah pertemuanya agak aneh.sunan gunung jati sengaja menguji sunan kalijaga dengan sebongkah emas.emas itu di taruh disebuah.. tempayan besar tempat orang mengambil Wuduk.more

0 komentar:

Poskan Komentar